Lazada IndonesiaLazada Indonesia

Mobile Computing


Mobile Computing adalah teknologi yang mampu melakukan proses komputasi pada perangkat mobile. Mobile Computing merupakan teknologi yang terdiri dari suatu kumpulan sistem komputasi terdistribusi atau server penyedia layanan yang berpartisipasi, berhubungan dan saling bersinkronisasi melalui protokol-protokol komunikasi mobile. Mobile Computing memungkinkan transmisi data, voice dan video (multimedia) terhubung ke server penyedia layanan melalui perangkat komputer bergerak atau perangkat nirkabel lainnya tanpa harus terhubung secara fisik. Secara umum, Mobile Computing merupakan terminologi yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan teknologi dalam menggunakan informasi dan perangkat lunak yang terpusat melalui perangkat berukuran kecil dan portabel yang terkoneksi secara nirkabel.

Prinsip dan cara kerja dari mobile computing

Secara singkat, mobile computing berarti menyatukan seluruh sumberdaya TI ke dalam sekumpulan layanan yang bisa digunakan secara bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan komputing perusahaan. Infrastruktur mobile computing secara kontinyu menganalisa permintaan terhadap sumberdaya dan mengatur suplai untuk disesuaikan terhadap permintaan tersebut. Dimana data disimpan atau computer mana yang memproses permintaan tidak perlu dipikirkan. Sebagaimana arus listrik; untuk memanfaatkannya, tempat pembangkit atau bagaimana proses pengkabelan jaringan listrik tidak perlu diketahui. Dalam menyelesaikan masalah system monolitik dan sumberdaya yang terfragmentasi, mobile computing bertujuan menciptakan keseimbangan antara pengaturan suplai sumberdaya dan kontrol yang fleksibel

Dua prinsip kerja utama mobile computing yang membedakannya dari arsitektur komputasi yang lain, seperti mainframe, klien-server, atau multi-tier yaitu virtualisasi dan provisioning.

a. Virtualisasi
Setiap sumberdaya (contoh komputer, disk, komponen aplikasi dan sumber informasi) dikumpulkan bersama-sama menurut jenisnya, lalu disediakan bagi konsumen (orang atau program software). Virtualisasi berarti meniadakan koneksi secara fisik antara penyedia dan konsumen sumberdaya, dan menyiapkan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa konsumen mengetahui bagaimana permintaannya bisa terlayani.

b. Provisioning
Ketika konsumen meminta sumberdaya melalui layer virtualisasi, sumberdaya tertentu di belakang layer didefinisikan untuk memenuhi permintaan tersebut, dan kemudian dialokasikan ke konsumen. Provisioning sebagai bagian dari mobile computing berarti bahwa system menentukan bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan mengoptimasi jalannya sistem secara keseluruhan.

Kelebihan dari mobile computing

1. Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah dapat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih luas.
2. Pool dari aplikasi dan pustaka standard, akses terhadap model dan perangkat berbeda, metodologi penelitian yang lebih baik.
3. Akses terhadap sumber data global dan hasil penelitian lebih baik.
4. Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan storage tersedia ketika idle.
5. Ukuran dan kompleksitas dari masalah mengharuskan orang-orang dalam beberapa organisasi berkolaborasi dan berbagi sumber daya komputasi, data dan instrumen sehingga terwujud bentuk organisasi baru yaitu virtual organization.
6. Organisasi virtual sebagai hasil kolaborasi memberikan beberapa keuntungan lebih lanjut, di antarnya : Sumber daya dan orang-orang yang tersebar, dihubungkan oleh jaringan, melintasi domain-domain admin, berbagi sumber daya, tujuan bersama, dinamis, fault-tolerant, dan tidak ada batas-batas geografis.


Kekurangan dari mobile computing

Kekurangan pada mobile computing yang lebih dItekankan disini adalah mengenai hambatan yang dialami oleh masyarakat Indonesia dalam mengaplikasikan teknologi mobile computing. Hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Manajemen institusi yang terlalu birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.
2. Masih sedikitnya sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola mobile computing.
3. Kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari mobile computing itu sendiri.
Referensi Artikel:
http://missa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/49221/SKKNI+Mobile-Comp-kepmenaker-No458+-2015.pdf
http://www.academia.edu/17287529/Makalah_mobile_computing
Bagikan:

Related Post